Laman

Sep 10, 2009

GEOGRAFI : Pandangan Manusia Tentang Alam Semesta


Galileo
Orang pertama yang berfikir tentang fenomena-fenomena alam semesta seperti grafitasi, bumi mengelilingi matahari dan sebagainya, yang kesemua teorinya dengan menggunakan pendekatan matematis.

Sir Issac Newton
Mengungkapkan hukum-hukum fisika tentang alam semesta yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Hukum-hukum Newton di ilhami oleh buah: “Jatuhnya buah Apple”. Grafitasi, integral, matematika dasar dan yang berhubungan dengan hukum-hukum newton dituangkan dalam bukunya dengan judul “Principia”.

Albert Eistein
Fenomena alam semesta yang lebih luas, tata surya, galaksi, black hole dan begitu luasnya alam semesta digambarkan oleh Albert Eistein dengan pendekatan matematis dimana waktu/time merupakan dimensi yang diperhitungkan dalam perhitungan-perhitungan fenomena alam. Dimana konstanta kecepatan cahaya (3×10^8 m/s) merupakan konstanta yang tetap yang berlaku diseluruh alam semesta. Jika Konstanta kecepatan cahaya tetap, maka menurut Dia, waktulah yang akan berubah dalam perhitungan, sehingga muncul angan-angan tentang perjalanan waktu.

Stephen Hawking
Hawking mengatakan bahwa teorinya Albert Eistein hanya berlaku pada fenomena alam semesta yang luas seperti bintang, galaksi, black hole dan pergerakan-pergerakan alam yang macro. Namun teori Albert Eistein tidak berlaku terhadap alam micro seperti atom, dan teori-teori atom yang biasa dikenal dengan teori quantum. Teori Albert Eistein dan Teori Quantum seakan musuh yang nggak akan pernah satu, sehingga kalau digambarkan kedua teori ini bisa dilukiskan pada Diagram cartesian, teori Albert Eistein pada Kuadran 1 dan Teori Quantum pada kuadran 3. Hawking ingin memadukan kedua teori ini dengan segala kemampuan berfikirnya dan dengan pendekatan matematis yang sangat rumit dan panjang. Teori Hawking ini, ia sebut dengan “Teori Everything”, dimana semua teori yang berlaku dialam semesta ini baik macro maupun micro mempunyai hukum dan perilaku yang sama.


Menurut sufi, alam semesta adalah sesuatu yang sakral, karena merupakan kalamullah. `Alam semesta adalah ayat Al-Kauniyah yang sejajar dengan ayat Qawliyah [Kitabullah, Al-Qur'anul Kariim]. Sehingga, perlakuan manusia terhadap `alam semesta tidak ubahnya perlakuan seorang hamba Allah terhadap Kitabullah; yaitu disakralkan, karena hal tersebut merupakan mediasi berdialog dengan Allah SWT.

Keterangan :
[Sufi adalah segolongan `ulama dan ilmuwan pada abad ke 10 sampai dengan 14 Masehi, yang menggagas konsep-konsep mengenai sains dan ilmu agama yang terinspirasi dari ajaran Al-Qur'an, Hadist Nabi Muhammad SAW, sahabat Nabi, para generasi setelahnya [tabi'in] dan juga termasuk para filusuf Yunani]


Menurut pandangan Buddhis,
Alam semesta ini luas sekali. Dalam alam semesta terdapat banyak tata surya yang jumlahnya tidak dapat dihitung.


Menurut:

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080312073853AA9SZHl


"alam semesta", tidak berlaku hanya bagi makhluk yang disebut manusia. Terlepas dari berapa banyak jenis kehidupan berintelektual yang dapat menyadari keberadaannya di tengah alam semesta ini, mempelajari satu saja dari banyak yang mungkin ada, sama artinya dengan mempelajari alam semesta secara keseluruhan (meskipun tidak lengkap).

Luas alam semesta tidak dapat menghalangi seseorang berspekulasi untuk menganggap ada 'manusia' lain di luar sana. Ini berarti manusia tidak sendiri dan alam semesta ada untuk semua. Tetapi, apa yang dihasilkan oleh humanity (manusia), semua pengetahuan dan pencapaian mereka itu menggambarkan apa yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan dengan kesadaran yang mungkin ada di alam semesta. Menilai kemanusiaan seperti ini, dapat dianggap bahwa manusia (humanity) adalah pusat dari alam semesta ini.
Penilaian tentang alam semesta dari kacamata manusia akan selalu memiliki dua sisi tersebut, sebagai pusat dan bukan pusat, sebagai satu-satunya dan sebagai bagian, dsb.



Menurut:

http://www.salib.net/index.php?name=Forums&file=viewtopic&p=3846

Alam semesta bersifat tetap dan berubah. Di dalam alam semesta ini terlihat banyak hal sepertinya berubah. Alam semesta ini dinamis, berubah.


Menurut:

http://massulist.blogspot.com/2007/03/penciptaan-alam-semesta.html

• Alam semesta telah ada sejak waktu yang tak terbatas, dan karena tidak mempunyai awal atau akhir, alam semesta tidak diciptakan.

• Segala sesuatu dalam alam semesta hanyalah hasil peristiwa kebe-tulan dan bukan produk rancangan, rencana, atau visi yang di-sengaja.

more to download 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment